G8 Beri US$20 Miliar Untuk Reformasi Mesir


VIVAnews – Negara-negara anggota G8 sepakat mendukung revolusi dan upaya reformasi di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara yang bergejolak. Sebagai bentuk dukungannya, mereka sepakat menyumbangkan dana hingga sebesar US$20 miliar bagi reformasi Mesir dan Tunisia.

Dilansir dari laman CNN, Sabtu, 28 Mei 2011, kesepakatan ini tertuang dalam program Kemitraan Deauville yang merupakan salah satu hasil pertemuan G8 di kota Deauville, Prancis. Program kemitraan ini adalah bentuk solidaritas atas pergolakan yang terjadi di negara-negara Arab. Program bertujuan untuk membantu reformasi politik dan ekonomi di negara-negara tersebut.

“Tujuan kami adalah membentuk sistem hukum dan kemasyarakatan yang baik, begitu pula dengan sistem ekonomi dan penyampaian aspirasi masyarakat,” tulis pernyataan para kepala negara G8.

Kepala negara G8 sepakat untuk mengeluarkan dana sebesar lebih dari US$20 miliar (Rp171 triliun) untuk membantu proses reformasi di Mesir dan Tunisia. Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, mengatakan bahwa bantuan reformasi bahkan bisa mencapai hingga US$40 miliar (Rp341 triliun) karena belum termasuk kerja sama bilateral antara Mesir dan Tunisia dengan negara Arab, seperti Arab Saudi, Qatar dan Kuwait.

Negara-negara G8 juga menyatakan komitmennya untuk membantu kedua negara tersebut untuk mengembalikan seluruh aset negaranya yang dicuri. Selain itu, G8 juga berkomitmen mendukung kebebasan, penegakan HAM, demokrasi dan penciptaan lapangan pekerjaan di dua negara tersebut.

G8 adalah kelompok delapan negara maju yang terdiri dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Italia, Kanada dan Rusia. setiap tahunnya G8 mengadakan pertemuan antar kepala negara, tahun depan pertemuan akan digelar di AS.

• VIVAnews