Ini Lho, Dalil Bahwa Maksiat Bisa Mendatangkan Musibah.


Mungkin, kedengarannya kok tidak nyambung.

Gempa bumi, tsunami, banjir dan meletusnya gunung berapi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kok penyebabnya maksiat (kepada Allah)???

Ternyata…hal ini ada dalilnya. Bukan isapan jempol semata!

Saya kutipkan beberapa dalil yang berkaitan dengan masalah ini, mudah-mudahan bisa menjadi cermin buat diri-diri kita, bahwa maksiat yang kita jalankan, akan menimbulkan murkaNya.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri (dosa-dosamu), dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,

 

“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

 

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Dalil berikutnya, adalah hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam berikut ini:

Artinya : Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara; jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Allah agar kamu tidak mendapatinya.

 

– Perbuatan keji (seperti: bakhil, zina, minum khamr, judi, merampok dan lainnya) tidaklah dilakukan pada suatu masyarakat dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang dahulu yang telah lewat.

 

– Orang-orang tidak mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan paceklik, kehidupan susah, dan kezholiman pemerintah.

 

– Orang-orang tidak menahan zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.

 

– Orang-orang tidak membatalkan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka (orang-orang kafir) menguasai mereka dan merampas sebagian yang ada di tangan mereka.

 

– Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak menghukumi dengan kitab Allah, dan memilih-milih sebagian apa yang Allah turunkan, kecuali Allah menjadikan permusuhan di antara mereka”.

 

[HR Ibnu Majah no. 4019, al Bazzar, al Baihaqi; dari Ibnu ‘Umar. Dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shohihah no. 106, Shohih at-Targhib wat-Tarhib no. 764, Maktabah al Ma’arif]

Sekarang, berapa banyak maksiat yang tersebar luas di negeri yang mayoritasnya kaum muslimin ini? Banyak, ataukah sedikit?

Dari sini, kita bisa mengevaluasi, apa yang perlu kita lakukan untuk menanggulangi bencana dan musibah, yang seolah-olah terus menerus menerpa kita.

Pembenahan dalam arti fisik (misalnya, pembuatan kanal banjir, pelarangan penebangan pohon sembarangan, dan lainnya), perlu dilakukan. Namun, pembenahan akidah dan amaliah kita, kaum muslimin, tak kalah perannya didalam menghindarkan negeri ini, dari musibah berkepanjangan, seperti yang kita alami akhir-akhir ini.

Nas’alullah assalamah wal ‘afiyat…

note: beberapa dalil, saya kutip dari tulisan ustadz Abduh Tuasikal dan situs almanhaj.