merapi:mengancam sejak ratusan tahun silam


Liputan6.com, Sleman: Bukan hanya di Indonesia, nama Gunung Merapi ternyata sudah terkenal di seluruh dunia. Sebagai gunung teraktif di dunia, sejak 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Aktivitas vulkanik terdahsyat terjadi pada 1930 silam yang meminta korban 1400 nyawa melayang.

Sejak 2006, gunung yang terletak di Sleman, Jawa Tengah ini, kembali menjadi ancaman konstan bagi masyarakat sekitar. Pertengahan 2006 lalu, saat meletus gunung ini menyemburkan awan panas dan guguran material. Lahar panas bergerak dengan kecepatan 150 kilometer per jam dengan suhu mencapai 500 derajat celcius melahap setiap benda di depannya.

Pada musim penghujan 2007 silam, Merapi kembali menjadi ancaman. Saat itu, lahar dingin menjadi material yang mengalir dari puncak Merapi. Bagi masyarakat Jawa, Gunung Merapi dianggap sakral. Mereka menganggapnya sebagai sumber kekuatan spiritual. Warga setempat percaya gunung ini bisa memberi rejeki. Mulai dari kesuburan tanah dan juga sisa material vulkanik yang dijadikan sumber mata pencarian warga.

Gunung Merapi punya dua periode pengulangan letusan yaitu jangka pendek 2-3 tahun dan jangka panjang 15-30 tahun. Kini, Merapi kembali memperlihatkan watak aslinya. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memutuskan untuk  menaikkan status Merapi dari “Siaga” ke “Awas,” Senin (25/10) hari ini. Mungkin, ledakan dahsyat berikutnya tinggal menunggu waktu. (CHR/YUS)