Terobos Busway karena Transjakarta


JAKARTA, KOMPAS.com — Menerobos jalur busway menjadi salah satu bentuk pelanggaran lalu lintas paling marak di Jakarta. Selain karena faktor pribadi, pelanggaran tersebut juga dipicu oleh kelangkaan bus transjakarta, sementara jalur umum sudah padat kendaraan.

Dalam sepekan Operasi Patuh Jaya 2010, petugas di lapangan sudah menilang 3.908 pengendara kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang menerobos jalur bus transjakarta. Dari jumlah itu, pengendara sepeda motor yang ditilang 2.327 orang, mobil 404 orang, disusul angkutan umum, seperti Metromini dan Kopaja sebanyak 290 orang, dan angkutan barang, seperti truk, sebanyak 77 orang.

(karena msuk dlm jalur busway ,1 unit

mobil pribadi terjaring razia polis           )

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Java Komisaris Besar Condro Kirono, Kamis (22/7/2010), mengatakan. sterilisasi jalur bus transjakarta menjadi salah satu target Operasi Patuh Jaya 2010. “Jadi, sudah seharusnya kita memberikan tindakan tegas (tilang) bagi pengendara yang masih nekat menerobos jalur busway,” tuturnya.

Tidak terkendalinya kendaraan umum dan kendaraan pribadi yang masuk jalur bus transjakarta merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan laju bus transjakarta terhambat. Ujung-ujungnya, penumpang menjadi korbannva. Steriliasasi jalur bus transjakarta diterapkan di empat koridor, yakni Koridor I (Blok M-Kota). Koridor III (Kalideres-Harmoni), Koridor V (Kampung Melayu-Ancol), dan Koridor VI (Ragunan-Landmark).