Tanjung Priok Berdarah Salah Siapa?


Kejadian tanjung Priok Memunculkan banyak sekali kontroversi, dan sudut pandang yang berbeda-beda dari masyarakat. Sudut pandang positif dan negatif, antara Pro dan Kontra.

Apa dan mengapa hal ini bisa terjadi?

Masyarakat adalah manusia yang menganggap dirinya orang-orang yang harus dibela dan berkuasa atas apa yang ada ditengah-tengah negeri ini
Pemerintah adalah orang-orang yang menganggap dirinya memerintah dan berkuasa atas pemerintahan
Aparat Hukum adalah orang-orang yang menganggap dirinya mengerti hukum dan berkuasa atas hukum.

Lalu Siapa yang salah dan dimana letak kesalahan?
Mari kita pandang dari mata yang berbeda.

1. Masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang hidup teratur dibawah Hukum dan pemerintahan di Negara Indonesia.Sudahkah Kita hidup sebagai masyarakat yang teratur dan mau diatur?
Pada saat peraturan dibuat, masyarakat sangat sulit untuk mematuhi, saat dilakukan teguran secara langsung dan halus, maka masyarakat menganggap itu sebagai teguran yang biasa saja dan tidak perlu dipatuhi.
Contoh :
* Memakai helm, meski sudah berjuta kali diingatkan dan diberi sanksi, ternyata, semua itu dianggap sebagai angin lalu saja
* Pedagang Kaki Lima, meski sudah disediakan tempat dan dilarang berjualan di daerah yang dianggap mengganggu, begitu banyak alasan, seperti di kaki lima lebih banyak pembeli, gratis, terkadang nurut sama aturan, tapi hanya sehari, besok akan di ulang lagi
* dll contoh yang banyak sekali terjadi.

Kalimat yang muncul apa?
* Saya kan rakyat, yang membayar pajak, jadi hargai saya donk, bela saya donk !

Seharusnya kalau anda merasa rakyat yang harus dibela, sadar donk untuk bisa menjadi masyarakat yang teratur.

Lalu berdasarkan fakta dan kejadian di atas, berdasarkan sifat ketidakteraturan dan sifat tidak mau diatur, sifat mau menang sendiri pada masyarakat sendiri, apa masalah bisa terselesaikan?
2. Pemerintah Indonesia adalah orang-orang yang menjadi wakil rakyat untuk melakukan pengaturan dan pemberdayaan di tengah-tengah Negara Indonesia. Tapi apakah Pemerintah sudah menjadi pemerintah yang adil, tanggap dan teratur? Ternyata tidak, Pemerintah tidak memiliki Manajemen yang baik ditengah-tengah pemerintahannya. Negara ini sudah terlanjur jatuh dan bobrok terlalu dalam. Sudah terlanjur berkarat penyakit KKN. Mementingkan diri sendiri.
Pemerintah belum memiliki ketegasan Terhadap Masyarakat, pemerintah belum memiliki komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Contoh :
1. Jika saja pemerintah benar-benar bertindak tegas terhadap masyarakat dari awal peraturan dibuat, pastinya masyarakat tidak akan melakukan hal-hal berulang. Seperti penggunaan Helm di jalan raya. Jelas sekali, dari awal sudah terjadi kesalahan, Pengendara tidak mematuhi peraturan, Uang bisa bekerja. Sudah sulit untuk mengembalikan citra yang benar
2. Jika saja pemerintah sadar akan posisi dan tugasnya, Negara ini sejahtera. Sayangnya Korupsi terlalu tinggi, pemerintah yang mengaku pemerintah terlalu mementingkan dirinya sendiri, memperkaya dirinya sendiri, tidak sadar jika dia telah menelantarkan kepentingan rakyat.
3. dan contoh lainnya masih sangat banyak
3. Aparat Hukum, Semau saya dan sesuka saya, saya tahu hukum, dan anda tidak tahu hukum. Pantaskah? Jika Anda aparat hukum tau dan mengerti hukum, berikan contoh pelaksanaan hukum yang benar di negeri ini. Masyarakat tak akan perduli hukum jika penegak hukum sendiri sudah busuk dari dalam. Apa rakyat akan percaya? Jangan menegakkan hukum dengan meninggalkan jejak kotor pada hukum yang sebenarnya sudah bersih.
Contoh :
* Hukum sudah disalah gunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi, Sogok menyogok bagi yang memiliki Uang
* Masyarakat tidak lagi percaya akan setiap hukum yang berlaku dan diberlakukan. Karena dalam pikiran masyarakat, bahwa hukum itu sudah merupakan sebuah permainan

Akhirnya Kejadian berdarah Tanjung Priok, siapa yang harus disalahkan?

1. Masyarakat sudah terlalu anti terhadap Satpol PP yang selama ini dianggap “sewenang-wenang”, padahal masyarakat juga ikut berkontribusi terhadap ketidak “sewenang-wenang” an itu. Tapi tidak tersadari oleh mereka.
2. Satpol PP sudah menganggap masyarakat adalah orang yang tidak bisa diatur, termasuk mereka hanya menjalankan tugas dan perintah dari pengadilan. Bukankah Pemerintah ikut ambil bagian dalam Kejadian ini?

Maka mari kita bijak dalam menilai, mari kita bijak dalam mengambil keputusan, mari kita bijak dalam menggunakan emosi dan kata-kata, mari kita bijak dalam bertindak.

Bijaklah sebagai masyarakat dalam bertindak, berpikir dan berbuat. Baikkah tindakan dan cara kita dalam menyikapi kondisi?

Bijaklah sebagai pemerintah yang membuat peraturan , sudah pantaskah itu diterapkan, atau perlukan melakukan pendekatan emosional yang lebih baik.? Turunlah ke masyarakat dan berbicaralah dari hati ke hati. Jangan Hanya duduk di kursi empuk anda.

Bijaklah sebagai pelaksana hukum, dalam mengambil keputusan dan memutuskan. Jangan Melihat kepada meareka yang punya uang dan berpaling dari mereka yang kecil.

Emosi akan ditunggangi oleh pihak-pihak yang merasa berkepentingan demi mendapatkan kemauannya, sehingga emosi akan merusak diri dan milik kita sendiri.